* Cinta Tanpa Judul *
Matahari bilang padaku kala teriknya menyengat kulitku
“Lihatlah ke depan!! Di sana ada cintamu!!”
Aku tertawa,tapi rasa penasaranku memaksaku menatap lurus ke depan…
“Yang mana?” tanya hatiku..aku malu bertanya pada yang lain.
“Apakah cintaku yang tersenyum manis pada semua orang?” kurasa bukan.
“Apakah cintaku yang paling charming di kelasku?” pasti bukan.
“Apakah cintaku….ach aku tak mau lagi menerka”.
Tapi mataku masih terus mencari-cari…adakah sosok yang tampak lain di mataku? he he he
Semoga tidak ada…karena aku takutnya yang aneh itu ternyata ALIEN?! HAYO….nyahik kan?
Matahari menyengat kulitku semakin parah tanda dia tersinggung.
Aku mengalah,ku putar pandangan mataku …mencari-cari cintaku! cintaku?
Satu detik,lima menit,lima belas menit,setengah jam…ach aku telah bosan dan mataku juga lelah…
Matahari tampak gusar…mungkin dia mau bilang “Bukan Pecinta Tangguh Lo!!!”
“Biarrr!!!!”.
Cinta…sentuhah mataku dengan teduhmu.
Cinta…cinta buatlah matahari mengerlingkan matanya padaku.
Hanya tangan halusmu yang mampu membimbingku bertemu dengan cintaku
Mataku mencari…dengan ketulusan hati…
Aku terpaku dan tak tahu.
Benarkah cintaku seperti itu?
Hembusan angin tak membuatnya bergerak.
Ramai di sekelilingnya seakan hanya suara tanpa arti.
Cinta aku takut menyapamu…
Rasanya aku jadi ingat lagu John Denver “Perhaps Love”
“Love is like the ocean…..
Full of conflict,full of pain…….”
Aku tak berani menyebutmu cintaku.
Tapi hatiku tahu…kaulah cintaku.
Dan matahari menatapku manis…berkata dengan penuh harapan “Raihlah cintamu!”…..
Tapi apakah aku mampu???
Tiap detil kejadian kuukir dengan penaku.
Ku selami jiwa cintaku dengan kehangatan hatiku.
Ku rangkai semua cerita dari tiap langkah…
Ku semai senyum tulusku di depan wajah dinginmu.
Akhirnya aku tahu,ada yang salah di belakang hidupmu.
Cintaku…aku memelukmu bukan hanya untuk semua hal baik,tapi juga untuk semua hal buruk dari dirimu.
Angin tak selamanya menyampaikan sesuatu dengan benar.
Tak semua maksud dan keinginan mudah dipahami…
Dan kau tak bisa memahami.
Bulir cinta dari hatimu kau tanam di atas cinta yang lain.
Hujan menemaniku menangis…
Bukan salah cintaku…bukan pula salahku.
Ku coba ganti tema langkahku di sisimu.
Aku masih di sisimu cintaku….dengan nama lain…dengan cinta lain.
Aku akan selalu tersenyum mendengar ceritamu…kualirkan semangatku untuk semua keluhmu…
Dan aku tak akan memberi tahu…aku terluka dengan cintamu…aku menangis karena cintaku…
Kau bukan cinta milikku….tapi aku tahu,kaulah cintaku.
Blitar,28 Oktober 1998
*marianurenka*